Baju Pengantin Ku #ceritaHESA vol.03

Rabu, 18 April 2018 - Diposting oleh Annisaa Putri Citrawati di 18.45

Gambar terkait


Setelah fix venue untuk acara pernikahan nanti, langkah selanjutnya yang akuambil adalah Jahit Baju Pengantin. 
Kenapa? Karena jahit baju itu membutuhkan waktu yang lama, belum molornya, (pengalaman tukang jahit rumahan sih, selalu molor dari waktu kesepakatan, nyebelin). 
Nah tapi aku bukan jahit untuk kepemilikan pribadi nih, aku pilih sewa perdana aja.
Kenapa? Karena Baju Pengantin Impian Ku itu berbahan beludru, jadi kaga mungkin kan bakal dipake lagi, yakali kondangan pake bludru begitu, bisa-bisa disangka kita yang jadi pengantinnya di hari itu hahaha.
Kenapa bahan bludru? Pertama aku ga terlalu suka dengan gaun-gaun ala barbie, yang roknya mekar banget kaya mangkok, takut jalannya susah atau keserimpet. Yang kedua memang aku pengen pake kebaya dan konsepku adalah Jawa, dan kalian tahu sendiri kalo bahan bludru itu memang identik dengan Jawa. Dan kalian harus tau, model baju yang aku ingikan itu uda aku simpan dari awal tahun 2016, jauh sebelum aku tau kapan aku bakal menikah hahaha.

Beberapa minggu sebelumnya aku uda searching via instagram, ku putuskan pake Artha Kebaya Jogja yang harganya pas budget ku, dan berada di range harga tengah. Kalo kaya Delmora gitu aku belum sanggup mahalnya ga ketulungan, nah tapi aku juga ga mau asal yang murah, jadi kayanya sih Artha Kebaya ini pas lah. Lokasinya berada di Perumahan Benteng 3, yang punya sih Ibunya ya, tapi yang handle dan jadi admin itu anaknya laki-laki. Tampak luar memang rumah biasa, cenderung kecil dan kurang rapih tapi dalamnya teleah disulap menjadi butik kecil dengan beberapa baju pengantin hasil Ibu Artha yang cantik-cantik.

Setelah mengutarakan niat dan maksud tujuan datang kesana, ngobrol soal konsep acara pernikahan sedikit dan menunjukkan foto kebaya bludru yang aku ambil dari Vera Kebaya, aku langsung diukur badan. Sewa perdana disana itu sudah include baju pengantin sepasang dan selop. Karena Aa ga mungkin ngukur kesana, alhasil disuruh kirimin baju dan foto ketika Aa pake baju itu, jadi mereka yang akan kira-kira, apakah perlu dikecilkan atau dibesarkan dari ukuran baju yang dikirim tersebut. Semoga sesuai deh.

Akhir Bulan Desember aku booking, kemudian DP setengah harga. Ohya, kalo sewa perdana ternyata ada tambahan biaya uang deposit, semacam jaga-jaga kalo bajunya rusak atau dibawa kabur hahaha. Tapi nanti setelah acara selesai dan baju dikembalikan, uang deposit juga akan dikembalikan. Kemudian di pertengahan Maret aku uda bisa fitting, bajunya uda jadi, bordir uda dipasang tinggal payet dan finishing aja. Sejauh ini suka sih, warnanya Merah Maroon sesuai yang aku pengen, bukan Merah Bendera apalagi Merah Cabai. Potongannya juga uda sesuai sama badan aku. Ga kebesaran dan ga kekecilan. Paling karena bahannya beludru, jadi ga bisa yang bener-bener ngepas tanpa lipitan seperti kalo baju berbahan tile. Fitting terakhir nya di Bulan acaraku, H-4 hari. Bismillah.

Untuk Price List Kebaya Artha bisa kontak aku saja ya :)


Gedung Pernikahan di Magelang #ceritaHESA vol.02

Kamis, 29 Maret 2018 - Diposting oleh Annisaa Putri Citrawati di 02.44

Gedung di Kota Magelang yang saya tahu cukup banyak, apalagi sepertinya penduduk di Magelang tidak sebanyak Jogja, apalagi Jakarta. Tapi jadi heran, kok waktu saya mau booked uda ga available ya? Menentukan tempat penyelenggaraan itu sebenarnya hal pertama yang harus dilakukan. Bukan perkara yang mudah juga sih, karena kalo keturunan Jawa harus ada perhitungan tanggal baik menurut weton calon pengantin. 

Sebenernya orang tua saya sudah cukup memiliki pemikiran yang maju, semua hari itu baik. Ya, benar. Tapi, masih ada tapinya juga. Untuk menghormati Simbah dari Bapak yang masih biasa menggunakan budaya tersebut, dan Beliau juga bisa dengan lihai menghitung tanggal baik yang dimaksud, yasudah, saya serahkan tanggal weton dan pasaran kami. Pasaran itu menurut kalender jawa ya, ada Pon, Pahing, Legi, Kliwon dan Wage. Setelah dihitung, muncullah 3 tanggal baik, dan 2 hari dan pasaran larangan. Kembali lagi ke prinsip awal ya, semua hari baik, jadi tentang perhitungan tanggal itu kami hanya menganggapnya sebagai saran. Berbekal tanggal tersebut, di pertengahan Bulan Desember 2017 sebelum acara Lamaran di akhir Bulan, Bapak dan Ibu iseng pergi ke gedung yang kami incar. Dan taraaaa, gedung tersebut tidak bisa digunakan di Bulan April-Mei karena akan digunakan acara militer. Beralihlah ke gedung kedua, terbooked semua dong ditanggal yang kita harapkan. Sekarang banyak orang bilang kalo tanggal baik itu bukan tanggal hitungan weton, tapi tanggal tersedianya gedung, HAHA, tapi itu mutlak benar. Akhirnya kita mencoret tanggal baik, dan menghindari hari larangan, jadi istilahnya ambil tanggal yang biasa-biasa saja. Tanggal baik itu bisa dikatakan sunnah muakad, hari larangan itu haram, dan tanggal serta hari selain itu adalah mubah (boleh). Akhirnya kami booked gedung dipilihan kedua bagi Orang Tua saya, sementara bagi saya tempat itu adalah tempat pertama yang saya mau banget. Alhamdulillah keturutan.

Saya ga survey ke seluruh gedung yang ada di Magelang ya, hanya mengincar Gedung pilihan Orang Tua dan pilihan saya, jadi hanya ada 2 nominasi saja. Nah buat kalian orang Magelang yang masih bingung gedung apa saja yang bisa digunakan, saya kasih gambarannya ya, sejauh ini hanya gedung tersebut yang saya tau dapat digunakan untuk tempat pernikahan, cekidot!


1. Gedung Tri Bakti Magelang
Lokasinya di Jalan Jendral Sudirman, pinggir jalan pertigaan antara arah kota Magelag, Semarang dan Jogja
Gedungnya super luas, begitu pun tempat parkirnya. Sebenernya gedung ini lebih sering digunakan untuk pameran. Kebayang kan luasnya kaya apa. Jumlah undangan bisa menampung sampai 5000 orang. Jadi ga disarankan kalo undangan kita cuma dikit, nantinya malah 'kopong' kelihatan jelek. Ohya, jangan pikir selalu gedung yang bagus itu adalah gedung yang luas ya, karena kan malah jadi tidak terlihat 'apik' kalo tamunya dikit tapi gedung nya terlalu luas. Jadi sesuaikan gedung dengan kapasitas undangan. Dan tentunya mendekor gedung ini membutuhkan biaya yang banyak, karena semakin luas gedung, maka semakin banyak bagian yang harus di dekor. Untuk biaya sewa saya kurang tau ya, karena sedikit banget yang menggunakan gedung ini sebagai pilihan tempat pernikahan mereka.


2. Gedung AH Nasution AKMIL Magelang
Lokasinya di Jalan gatot Soebroto, kawasan AKMIL
Tempat ini menampung hingga 1700 orang, bisa disewa lantai 1 maupun lantai 2. Kalo dilantai 1 harga kemarin Desember 2017 adalah 15juta, kekurangannya banyak pilar pilar tiang besar. Nah untuk yang pengen loss terlihat luas bisa sewa dilantai 2, tapi harganya cukup luar biasa buat orang Magelang, 20 juta, kekurangannya untuk loading unloading barang hanya terdapat 1 pintu, sehingga harus bergantian, dan masuknya pun lewat tangga, tidak disarankan kalo tamunya banyak yang sepuh.
Nah ini adalah venue pilihan Orang tua saya, tapi apa mau dikata, bulan April dan Mei digunakan AKMIL untuk perlombaan olahraga taruna internasional.


3. Gedung A Yani AKMIL Magelang
Lokasi di Jalan Ahmad Yani, depan Stadion Abu Bakrie, atau di pertigaan Bayeman (Superindo dan HappyPappy)
Bisa dibilang ini gedung favorit banget. Terlihat ditengah kota, kapasitas cukup untuk menampung hingga 800 orang didalam gedung, dan apabila tambah tenda bisa mencapai 1200 orang. Harganya terjangkau 5 juta saja.


4. Pendopo Eks Karesidenan Kedu Magelang
Lokasi di Jalan Diponegoro, kalo diancer-ancer sih Museum BPK RI
INI VENUE PILIHAN AKU, dan Alhamdulillah kesampean memakai pendopo ini, Bismillah semoga ga mengecewakan dan berjalan sesuai harapan. Kenapa pengen banget disini? Karena venue nya semi outdoor. Pelaminan di atas pendopo, dan tamu-tamu bisa berserakan di bawah (foto: konblock). Parkirannya luas, ada masjid juga, dan yang paling keren adalah ada area green (rumput) yang ga begitu luas, tapi cukup buat terkesima karena terlihata Gunung Sumbing darisitu. Kapasitas muat sampai 2.000 orang.


5. Gedung Sudirman Pancaarga Magelang
Lokasi didalam Komplek Panca Arga
Luas dan tipenya ga jauh beda dari Gedung Ahmad Yani. Hanya saja lokasinya harus masuk ke Komplek perumahan tentara yang disebut Pancaarga. Kalo mendekornya bisa ciamik dan mau lain daripada yang lain sih aku bilang cocok ya disini, karena disebelah gedung ada hutan pinus kecil gitu. Tapi sejauh yang saya tau sampai saat ini sih belum ada yang memanfaatkan hutans pinusnya sebagai bagian dari tempat pernikahan, biasanya hanya digunakan parkir. Harga sewa nya terbilang murah sekali, cukup 3 juta. Kalo hutan pinus ada disebelah kiri (menghadap foto) maka ada ruang kosong yang bisa dipasang tenda disebelah kanannnya, jadi cukup lah untuk menampung 1.000 orang.


5. Hotel Trio
Lokasinya dekat dengan Gedung Tri Bakti, dekat pertigaan ARTOS
Ini kalo mau konsep berkolam renang ya, bisa di Hotel Trio. Tapi menurut saya spacenya sangat kecil, mungkin kapasitas hanya bisa menampung 800 orang.


6. Hotel Atria
Lokasinya masih di Kawasan Jl. Jendral Sudirman
Kalo venue hotel ga perlu dijelaskan ya, silahkan menghubungi Markettingnya untuk info paket wedding. Tapi kalo ada yang hanya kepo (seperti saya) padahal ga ada niat sedikitpun disini, bisa minta ke saya PLnya, per akhir 2017-awal 2018 yah.


7. Hotel Grand Artos
Lokasinya di Jalan Mayjen Bambang Soegeng, ga mungkin orang Magelang ga tau tempat ini
Kalo venue hotel ga perlu dijelaskan ya, silahkan menghubungi Markettingnya untuk info paket wedding.


8. Gedung Balai Kota Wiworo Wiji Pinilih
Googling kok ga nemuin ya foto tempat ini. Tapi asli gampang banget kok dicarinya, karena tepat bersebelahan dengan Kantor Balai Kota Magelang dan ada di pinggir jalan raya besar Jl. Sarwo Edhie Wibowo. Tapi bangunannya jadul dan kurang terawat. Kapasitasnya mungkin hanya menampung 800 orang.

Wedding Trip 2017

Jumat, 23 Februari 2018 - Diposting oleh Annisaa Putri Citrawati di 01.24

di Tahun 2017 kemarin, usiaku telah memasuki usia emas dalam menjalankan pernikahan, tapi belum berlaku buat aku, baru teman-temanku. Dari awal tahun sudah banyak menghadiri pernikahan, tapi tidak saya ceritakan disini karena itu bukan teman dekat. Nah teman dekat saya sendiri ada 4 yang menikah, 3 dari Geng masa kuliah yang kita sebut L-PGN dan 1 dari Geng masa SMP yang kami beri nama 7sok.

1. Mochamad Zulfan Fauzi
Nah dia sebenernya bukan hanya temen kuliah, tapi juga temen SMA yang dari kelas X, XI dan XII satu kelas terus. Jadi bener-bener deket, dan sering sharing ke dia karena pendekatannya berlatar belakang agama. Sudah Akad di tanggal 25 Desember 2016 secara mendadak. Dia bilang pengen lamaran dulu, tapi ternyata Ortunya malah menyarankan untuk langsung akad saja, menghindari zina katanya. Saat itu, aku adalah orang yg ditelpon olehnya pertama kali di hari Minggu siang yang panasnya ga ketulungan, sudah H-14 hari kalo ga salah. Kemudain resepsi diadakan di tanggal 20 Mei 2017 yang bertempat di kedua asal mereka berdua, Zulfan dan Shanty, yaitu di Tasikmalaya. Asalnya tanggal segitu aku mau jalan-jalan ke Belitung (sudah aku ceritakan ya), tapi karna pengen dan merasa wajib untuk menghadiri resepsi mereka, akhirnya jalan-jalan aku majukan.

Janjian sama Rista dan Okky, kebetulan hari Jumat itu Rista lagi training di Bogor, jadi ketemu di kos ku dan berangkat ke Stasiun Pasar Minggu menggunakan KRL, kemudian bertemu Okky dan naik taksi online ke Terminal Pasar Minggu. Terminalnya rameeeee dan sangat besar, saya selalu merasa 'seram' kalo berada di Terminal, entah kenapa. Ternyata saat itu, Bus jurusan Tasikmalaya sedang menjadi primadona karena frekuensi datangnya berjauhan tidak seperti biasanya, setelah tanya-tanya sih katanya kejebak macet. Saat itu kami diberitahu Zulfan kalo kami disarankan untuk naik Bis Budiman atau Primajasa. Sudah menunggu berjam-jam, akhirnya Bis Primajasa datang, tanpa berpikir itu jenis bis macam apa (ekonomi, bisnis atau eksekutif) kami langsung naik berebutan dengan penumpang lain. Kira-kira sampai di Tasikmalaya itu pukul 05.30, kami turun persis di depan tempat acara yaitu Gedung Sumantri, dan sudah disiapkan tempat semacam wisma untuk beristirahat yang berlokasi masih dalam Gedung tersebut.

9 dari 10 bisa berkumpul

Aku suka dengan tema dan acara pernikahannya, temanya itu semi Maroco, terlihat dari dekor pelaminan yangberwarna emas itu. Acaranya juga bagus, yaitu saat kirab pengantin diiringi lagu dari pemain biola, waaaw. Kami disana benar-benar dari awal dan nyaris sampai acara selesai, jam 13.30 kami kembali ke penginapan, sholat, ganti baju dan cus pulang lagi hahaha. Untungnya pool Budiman jaraknya sangat dekat, jadi tinggal jalan kaki aja, menurutku ini Gedung lokasinya bener-bener bagus. Kira-kira pukul 20.00 kami sudah sampai di Terminal Pasar Minggu laagi. Jangan ditanya rasanya ya, benar-benar capeeek hahaha, tapi menyenangkan kok :) Alhamdulillah saat aku memposting tulisan ini, mereka sudah dikaruniai anak pertama perempuan yang berumur 1,5 bulan.


2. Okky Putra Arganata
Karena asal Okky dan Asti ini sama-sama dari Tuban, sudah dapat dipastikan mereka akan menyelenggarakan pernikahan di Tuban. Akad hari Sabtu tanggal 8 Juli dan Resepsi Minggu tanggal 9 Juli. Aku memutuskan untuk datang ke acara akad dengan alasan hari Minggu harus buru-buru ke Bandara Juanda di Sidoarjo untuk balik ke Jakarta kemudian ke Bogor. Waktu itu aku sudah janjian dengan Zulfan, naek kereta Sembrani dari Gambir ke Lamongan, tapi tiba-tiba Zulfan sakit, aku lupa sakit apa yang jelas sampai ke RS segala, akhirnya dia izin untuk tidak ikut dan membatalkan tiketnya. Alhasil saya pergi sendiri deh malam itu pulang kerja, duduk dengan perempuan yang ketika saya datang dia sedang menjahit untuk memasang payet di bajunya, saat aku tanya, katanya itu untuk dikenakan besok di acara pernikahan temannya, tapi penjahitnya ga keburu masang payet, jadi dia pasang sendiri, wah keren bisa jahit, aku ga bisa nih huhu :( Ohya, jadi inget ada tragedi juga tentang baju, Kamis sehari sebelum berangkat saya ambil ke Tukang Jahit, eh katanya bajunya masih dibawa pegawainya di rumah, kesel banget deh, akhirnya saya harus balik lagi di Jumat siang. Dan hasil bajunya kekecilan doooong, eh bisa masuk sih, cuma ngepaaas! Sejak saat itu saya bertekad tidak akan ke penjahit itu lagi.

Namanya Kain Gedog, bahannya tebal dan agak kasar, sehingga disarankan untuk menggunakan furing., tapi aku suka dengan perpaduan warnanya

Sampai di Lamongan sebelum Adzan Subuh, sekitar pukul 04.00. Janjian untuk minta ditunggu Punky yang sudah sampai terlebih dahulu karena dia naek Kertajaya, Punky sampai Lamongan kira-kira pukul 02.00 dini hari. Setelah sholat, keluar dari stasiun, dan menyebrang menunggu bis jurusan Semarang. Perjalanan dari Lamongan ke Tuban berkisar 3 jam, kira-kira pukul 07.00 sudah sampai. Lanjut bersiap-siap di rumah temen Geng saya semasa SMA, Aldhita namanya. Kemudain jam 11.00 cus ke Rumah Okky, bantuin bawa barang-barang seserahan dan menuju ke Masjid tempat Lokasi Akad. Haru deh ngedengerin temen seperjuangan kita mengucapkan kalimat untuk menghalalkan wanita yang dicintainya menjadi istri, dan semenjak saat itu hak dan tanggung jawab pun berubah, Subhanallah. Setelah sah, ikut juga syukuran di rumah Asti. Ohya, skrg juga Asti sedang hamil, HPLnya sebelum tanggal pernikahanku, semoga Okky tetep bisa datang nanti di hari Ku :)

4 dari 10, 3 teman lagi datang saat acara Resepsi

3. Faricha Ayu Isnina
Dari kami berempat, akhirnya sudah ada yang menjabat status sebagai istri. Sama kaya Okky, Icha juga orang Tuban, dan bahkan suaminya juga orang sana. Alhasil pesen tiket lagi buat ke Tuban. Kali ini beneran berangkat sama Zulfan. Acara nya di hari Minggu, dan pulang naek kereta jadi masih bisa kekejar. Hari Sabtu dan Minggu paginya nyempetin wisata kuliner deh, lagi-lagi nebeng di Aldhita. Sabtu siang makan Rajungan Mba Narti, malam makan Kepiting Soka dan Minggu pagi makan Welut Jangkar, asli itu enaaaaaaaak bangeeeeeeet. Setelah itu baru berangkat ke Gedung, kali ini bertema Internasional, pengantinnya pake jas dan gaun, tapi jujur aja kalo aku mah ga terlalu suka sama konsep wedding internasional hehehe (no offense yak). Yang bener-bener bagus itu dekor lorongnya, aaah bagus banget, pengen nyari yang kaya begitu di Magelang tapi belum ada coba hahaha. Eh waktu pelemparan bunga, aku yang dapeeet dong hihihi. Sekarang juga Icha sudah mengandung 5 bulan, laki-laki katanya, semoga sehat terus :D
Ini batik berbahan satin


Piala Bergilir buat Angkatan SMA


4. Awaliyana Rakhmawati
Nah kalo ini Geng SMP yang beneran ga nyangka kalo dia duluan yang nikah. Secara dari kita bertujuh, dia itu yang paling tomboy dan kayanya dulu waktu SMP dia ga pernah mikir atau cerita-cerita soal wedding dream nya. Ah, Tuhan memang maha Kuasa, semua sudah diatur sesuai kehendak Nya. Kalo pernikahan sebelumnya aku hanya mengandalkan hari weekends, karena ini di Magelang maka aku otomatis ambil cuti sekalian mudik, lagipula acara nya juga jatuh di hari Jumat, 15 September 2017. Tempatnya di Pancaarga, deket sama tempat main waktu SD dulu hahaha. Gara-gara Nana ini, aku jadi pengen pake tukang riasnya juga, karena bener-bener halus hasilnya. Sayang, saat aku tanya ke tukang riasnya, dia lagi ga ambil job di tanggal Ku, ah sedih :(

Paket Bridesmaid dari Nana itu dari atas sampe bawah, jarik batik abu, brukat biru dan furingnya serta kerudung pink
Modal pinjaman: bandana rajut, clutch dan heels, semua milik My Ibu

Cucok ya kalo seragaman dari atas sampe bawah