Wisata Pabangbon Leuwiliang Bogor, menghirup udara segar 🍁

Senin, 23 Oktober 2017 - Diposting oleh Annisaa Putri Citrawati di 20.35



Pintu Gerbang Panorama Pabangbon

Wisata Pabangbon ini baru terkenal di pertengahan tahun 2017 ya, pamornya tinggi banget deh. Buat yang uda pernah ke Lodge Maribaya Lembang dan Hutan Pinus Mangunan Jogja, nah tempat ini perpaduan keduanya. Tapi kalian jangan berekspektasi terlalu tinggi dulu ya, karena tempatnya jauuuuh dari pusat Kota Bogor, kira-kira 1,5 - 2 jam dan luasnya hanya kecil banget (dibandingin kedua tempat tadi). Jalan kesana juga berliku-liku banget, naek mobil bisa sih, tapi mesti hati-hati karena ada tanjakan yang sangat curam. Jalannya masih melewati pedesaan gitu deh. Nah buat yang dari arah Bogor Kota menuju kesini, kalian bisa melewati Dramaga, kemudian jalan lurus terus ke arah Ciampea dan menuju Leuwiliang, sebelum sampe di Pasar Leuwiliang ada belokan ke arah kiri, nah mulai dari situ sudah ada panduannya untuk ke Panorama Pabangbon itu, tinggal ikutin saja.

Sabtu itu pukul 10.00 pagi saya uda sampe disana. Masih lumayan sepi dan emang sejuk banget udaranya. Bersih serta hijau, cocok untuk kalian yg kesehariannya penuh paparan asap kendaraan. Masuk ke tempat parkir bayar 5ribu, dan diwajibin (setengah paksa) untuk menitipkan helm disana 5ribu juga per 2 helm. Nah tempat parkir ini hanya terbuat dari batang pohon aja loh guys, yah walopun batang pohonnya banyak banget dan bener-bener kuat menopang muatan yang berat, tapi tetep aja ada batas waktunya dong ya, serem juga ih kalo 5 taun lagi kesini, takutnya kayu-kayu itu uda pada lapuk. Untuk masuk ke Panorama nya kita harus bayar 10ribu per orang. Nah jalanan disana itu bener-bener hanya tanah ya, ga dilapisin apa-apa, semacam tanah lempung / liat yang warnanya coklat semi orange gitu, jadi pakelah sepatu yang nyaman, no heels pastinya! Dan ulat-ulat gede banget bertebaran dimana-mana, jempol kakiku yg gede nan bentek ini aja kalah sama gedenya ulat disana, ih geli deh, kalo jalan mesti liat-liat kebawah, jangan main injek.

Wahana yang pertama kita temui itu adalah Rumah Pohon, bayar 5ribu buat masuk dan foto-foto di spot ini. Jam 10.00 pagi itu masih lumayan sepi disana, jadi ga antre dan bisa puas poto-potonya, walopun banyak malunya karena banyak diliatin orang, maklum tempatnya sempit ;p cuma foto-foto bentar aja kita uda haus, jadi cari tempat duduk yang nyaman. Disana banyak banget tempat duduk dari bambu yang disediakan, bertebaran dimana-mana lah, gampang ditemuinnya. Ternyata yang pada kesana itu niat banget loh, ada beberapa couple pasangan remaja yang menggunakan baju kembar dan bawa kamera yang pro, semacam mau foto prewed gitu kalik ya hihi. Buat kalian yang memang niat untuk upload foto di instagram, disana disediain jasa tukang foto dengan kamera DSLR, saya lupa ga nanya harganya, karena memang ga niat juga sih, dan sejurjurnya saya ga terlalu suka foto-foto yang 'terlalu' terlalu niat, terlalu dandan, terlalu banyak hahaha karena bingung aja mau bergaya ala model yang gimana lagi hahaha *sapa yang nanya ya* jadi buat saya foto 3-4 jepret  di satu spot sudah cukuplah. Toh ga mungkin kan semua bakal kalian upload di instagram dengan spot yang sama? anaknya mikir instagram mulu yak.

Rumah Pohon

Aa duduk-duduk dulu capek motoin aku *baru 1 spot loh*
Kita terusin perjalanan ke arah Barat *eh mana Barat mana Timur ya, ga ngerti deh :p* banyak hammock yang disewakan, 5ribu juga per foto, dan kalo mau tidur-tiduran 1 jam bisa disewa dengan 15ribu per hammock nya. Belum pernah ngerasain naik hammock sih, akhirnya iseng naik juga disana. Mas nya ngerti banget kalo kita cuma mau numpang eksis, jadi doi dengan siap sedia minta kamera atau ponsel kita buat difotoin.

Susah juga naik hammock ternyata
Eh kelupaan, sebelum tempat hammock yang aku pilih itu, ada semacam tulisan besar dengan bunyi PAPA yang artinya, PAnoram PAbangbon. Tadinya ga mau foto karena norak foto di depan tulisan, uda ga jaman banget, eh tapi iseng ternyata kece juga, view nya mendukung sih. Didepan tulisan itu ada taman kecil yah, harusnya jangan diinjak-injak dong, jangan juga masuk kedalamnya, kan uda dipagerin pake tali rafia, tapi tetep aja kemarin aku ngeliat segerombolan orang-orang pada masuk ke area tersebut. Sedih deh jadi terinjak-injak :( Jangan pernah rusak alam ya guys, mereka itu makhluk hidup loh!


Cukup sampe disitu aja kita nyobain wahananya, yang laen uda terlalu mainstream dan ada juga yang uda pernah nyobain di tempat lain, jadi uda ga terlalu antusias. Selebihnya kita hanya duduk-duduk aja menikmati alam yang Tuhan ciptakan sambil melihat sekeliling.

Api Pon, versi kecilnya yang ada di Lodge Maribaya

View Kapal

Ayunan yang juga mirip di Lodge Maribaya, tapi disini sudah semi otomatis, tidak menggunakan kayu seperti disana

View buat foto

Gardu Pandang dari atas

Gardu Pandang di sisi lainnya
Menghabiskan waktu 60 menit disini ternyata uda cukup, lanjut cus keluar ambil helm dan beli baslok dulu hihihi. Tanya2 sama penjualnya, ternyata di atas ada camping ground nya, dan kalo jalan terus lagi ga jauh dari situ ada air terjun nya. Lengkap deh wisata disini. Di pinggir-pinggir jalan juga uda tersedia macam-macam warung makan loh ya, jangan takut kelaperan hihihi

Acara Kantor di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu 🌊

Rabu, 18 Oktober 2017 - Diposting oleh Annisaa Putri Citrawati di 17.25

Kepulauan Seribu adalah tempat escape terjangkau untuk kawula muda Area Jabodetabek. Kali ini aku pergi kesana bukan dalam rangka bersenang-senang seperti biasa, tapi untuk acara Customer Gathering acara Kantor. Inget ga sih tahun lalu aku uda cerita mengenai Rafting Cisadane?? Nah kali ini acara kami ke Kepulauan Seribu, kenapa akhirnya kami (aku) pilih Pulau ini? hihihi karena sesungguhnya dan sebenernya, orang dibalik tujuan ini adalah, AKU :D Alhamdulillah aku masih dipercaya untuk jadi Event Planner , kebagusan banget yak istilahnya hehehe

Buat yang lagi cari tempat acara kantor kek kami, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti yang aku lakukan kemarin.
Yang pertama, masalah lokasi, tentunya ini akan berakibat ke jarak tempuh. Jadi warga kantor ga mau tempat yang terlalu jauh karena akan makan waktu di kapalnya, takut pada mabok laut.
Kedua, tempat penginapan, kalo kita pergi dengan gengges sih ga masalah yah, uda pasti kita pilih homestay yang tempat tidurnya bisa buat uwel-uwelan untuk menekan biaya, dan pastinya lebih asyihk dan rame. Tapi lain halnya kalo untuk acara kantor, apalagi untuk Customer kami, haruslah minimal Wisma yang mengarah seperti Resort.
Ketiga, mau ngapain aja nih aktivitas kita di Pulau nanti? Ga usa ditanya lagi pasti main air laut dengan cara snorkling dan water sport (banana boat) ya, eitsss emang yang ikut acaranya semua seumuran sama kamu? masih muda semua? Bahkan bos aku aja ga mau ikutan main begitu. Jadi kita harus pilihin alternatif apa untuk mengakomodir hal tersebut.
dan yang terakhir (ngga aku bold karena ini urusan pribadi), tempat yang belom pernah aku datengiiiiiiin, hahahhaa curang yah :p
Dengan mempertimbangkan seluruh kriteria diatas, maka aku (dan akhirnya bersama para panitia) memutuskan untuk menyelenggarakan acara "Building Customer Relationship di Pulau Pramuka" *yippieeee*

Pulau Pramuka ini lokasinya masih terjangkau dari Pnatai Dermaga Marina Ancol, hanya 75 menit kita berada di Speed Boat. Ada 10 Resort yang bisa digunakan oleh Customer kami (pihak eksernal), sedangkan untuk kami para panitia (pihak internal) menggunakan Wisma dan Semi Wisma. Nah, beda Pulau Pramuka dari Pulau di Kepulauan Seribu yang lainnya adalah dia punya tempat edukasi Hutan Bakau. Selain itu deket banget untuk maen ke Penangkaran Hiu. Ternyata aku baru tau juga, bahwa Pulau Pramuka ini adalah Ibu Kota dari Kabupaten Jakarta. Baru tau ya ada Kabupaten Jakarta? Iya, Kepulauan Seribu ini merupakan Kabupaten Jakarta.

Speed Boat di Dermaga Pulau Pramuka


Jam 8 kita uda sampai di Dermaga 7 Marina Ancol, pada awal rencana sih jumlah pesertanya ada 110 orang, eh tapi yang berangkat hanya 85 orang aja, disitu saya uda merasa gagal *hikz* Speed boat ini kita sewa sendiri, ada 2 tempat, bisa diatas yang akan langsung ngeliat laut tentunya non ac, dan dibagian bawah full ac adeeeem banget. Kapasitasnya untuk 120 orang ya. Sudah lengkap dengan pelampung. Pulau pergi pelampung itu aku pake, bukan karena takut kelelep atau apa ya, tapi lebih ke fungsinya sebagai penahan angin buat tubuh aja, takut masuk angin hehe

Lapangan pasir putih dan Panggung Hiburan
Mungkin salah satu faktor yang jadi alasan Pulau Pramuka ini jadi Ibukota adalah luasnya yang lumayan lebih besar dibandingkan dengan Pulau lainnya, apalagi Pulau ini punya Lapangan yang cukup luas sebagai tempat wisatawannya yang beberntuk group seperti kami ini. Ada lapangan yang cukup luas dengan pasir pantai tepat di pinggir dermaga dan Wisma yang akan ditempati oleh kami, dan ada juga lapangan bola sesungguhnya untuk bermain bola dibelakang, ga terlalu jauh sih jaraknya. Nah untuk lebih efektif dan efisiennya, acara kami adakan di lapangan berpasir putih seperti yang ada difoto, disiapkan juga panggung untuk acara hiburan malamnya, lengkap dengan backdrop. Sampe di Pulau ini, uda disediain welcome drink berupa air kelapa, hmmmm seger banget. Kemudian perkenalan dengan membentuk lingkaran, kemudian games-games kecil untuk mengakrabkan peserta. FYI, kami pake Event Organizer ya disni, cukup baik dan komunikatif, silahkan tinggalkan komen untuk yang kepo CP nya :D Setelah cukup lelah dengan games seru, dilanjut makan siang dan kemudian ishoma di Wisma masing-masing untuk selanjutnya persiapan snorkling jam1 siang, jam 1 siang? *buru2 cari sunblock di tas*

Pulau Air
Spot pertama yang kita kunjungi adalah Pulau Air, Pulau Air ini semacam Pasir Timbul gitu deh, dimana kalo lagi surut pasirnya keliatan, dan kalo lagi pasang ya kelelep sama air laut. Karena tempatnya yg cetek maka ini dipilih untuk kunjungan pertama karena cocok buat latihan yg pada mau snorkling. Karena aku uda sering snorkling, jadi saya ga dengerin instruksinya dan malah sibuk foto-foto sama temen segeng hahaha. Ga nyangka air nya beniiiing banget loh, padahal uda under estimate duluan kalo pergi ke Kepulauan Seribu, ya secara ada di pinggir Kota Jakarta,apalagi aku uda pernahke Pulau Pahawang dan Pulau Belitung yang air lautnya terkenal cantik banget. 

Pulau Air
Spot untuk snorkling kita ada di Pulau Semak Daun, dan bener aja, ga kalah sama Pulau Pahawang dan belitung deh air disini, jerniiiiiih, walopun memang biota lautnya tinggal sedikit. Kita foto underwater disni, dibantu oleh mas guide nya, sayang dia ga bawa roti untuk kasih makan ikan.
Mau foto underwater, dicelupin ke Laut 



Selesai snorkling, kita berkunjung ke Pulau Semak Daun, disana hanya Pulau kecil yang tak berpenghuni, foto-foto bentar, yang kebelet pipis ada juga toilet disini, kemudian balik ke kapal dan kembali lagi ke Pulau Pramuka. Disana uda disiapin gorengan *yummy* apalagi perut keroncongan habis maen air, rasa pisang goreng, cireng, arem-arem, dan tempe goreng itu ngalah-ngalahin rasa makan pizza deeeeh karena kelaperan. Lanjut lagi kita water sport, kebetulan hanya ada Banana Boat aja disana. Kemudian kita bilas mandi, dan lanjut makan malam setelah sholat maghrib serta acaran hiburan internal (pembagian doorprize) sampe malem. Nah, pengalaman pertama aku disini itu adalah nerbangin lampion. Jadi setelah acara hiburan selesai, kira-kira pukul 22.00 kita nerbangin lampion. Kertas lampion itu ringkih banget, jadi mesti hati-hati megangnya, karena kalo sobek bisa-bisa ga diterbangin. 1 Lampion diterbangin oleh 4 orang, pertama kita masukin udara ke lampion, kemudian pasang parafin (lilin) di kawat bagian bawah, setelah itu baru nyalain api, jangan buru0buru diterbangin ya guys, pastikan panas api itu uda memenuhi udara dalam lampion, karena tetangga sebelah banyak yang lamopinnya nyungsep gara-gara kurang lama manasin lampionnya. Baru setelah udara dirasa mencukupi seluruh bagian lampion, sebenernya berasa loh, lampionnya rasa kek mau lepas sendiri gitu, kalo uda seperti itu baru deh kita lepasin, tentunya bersama doa-doa kita ya :)

Tanam Mangrove

Pagi hari di hari Kamis pukul 07.00 kita uda senam ceria, kemudian foto bersama menggunakan kaos seragam merah-biru (yang ini design aku juga hihihi) dan dilanjut makan pagi. FYI, menu makan disini enak-enak loh, lengkap juga, jadi jangan takut ya liburan ke Pulau Pramuka :D Perut kenyang hatipun riang, kemudian kita jalan kaki sekitar 5 km ke tempat penanaman mangrove. Ga cuma asal nanem aja ya, kita juga diberi penjelasan mengenai dunia per-mangrove-an, jadi nambah ilmu deh. Setelah itu kita ke lapangan bola yang gede banget dan sibuk mengabadikan momen dengan drone, membuat huruf PGN, lucu yaaaa.

hanya dengan waktu 5 menit kita berhasil membentuk hurug PGN (Let's Go PROCISE)
Setelah berpanas-panasan ria yang ga dirasa karena heboh dadah-dadah ke arah drone *dasar katrok :p* kita lanjut ke Penangkaran Hiu, 85 orang dalam 1 kapal, seru banget, ternayat muat, dari luar keliahatn kecil nih kapalnya. Kemudian hanya makan waktu 5 menit kami tiba di Penangkaran Hiu. Disana terdapat juga resto dan toko oleh-oleh, yaitu Bandeng. Kata Bapak/Ibu Kantor yang beli sih Bandengnya enak loooh.

Penangkaran Hiu

Rumah Makna dan Tempat oleh-oleh di penangkaran Hiu

Dari penangkaran hiu, kita balik ke homestay masing-masing, beres-beres sholat dzuhur, makan siang dan kemudian capcus balik ke Dermaga Marina Ancol dan lanjut lagi naek Bus ke Bogor. Aku sih recomended banget ya buat jalan-jalan ke Pulau Pramuka, karena fasilitasnya lengkap banget, air bersih dan ada Penangkaran Hiu serta Mangrove nya :))